SEKRETARIAT : Teater BIBIT SMK Negeri 2 Slawi

Jl. Jendral Ahmad Yani
Slawi
Kabupaten Tegal

Sabtu, 17 April 2010

Proses Pengambilan Gambar Film "EMPATI CINTA"

Minggu, 27 Desember 2009

TATA BUNYI (MUSIC ILLUSTRASION)

Eksistensi seni teater bersifat audio visual, yaitu bisa didengar dan dilihat.
Efek bunyi dan musik bertujuan untukmenghidupkan secara kreatif suasana lakon.

TENTANG ISTILAH
Agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemakaian istilah asing sebagai pedoman dalam tata bunyi teater, ada beberapa istilah seperti dibawah ini :
1. Bunyi : Sound
2. Suara : Voice
3. Derau : Noise
4. Nada : Tone
5. Dengau : Hume

SUARA
Suara adalah bunyi yang berasal dari mahluk hidup, seperti manusia dan binatang.
Untuk memberi petunjuk praktis atau suasana hati manusia seperti marah, riang, susah, dan sebagainya. maka kita mengartikan istilah dibawah:
1. Texture
Kualitas suara yang dapat dirasakan senang, kasar, lancar, dan sebagainya.
2. Intonation
Tinggi rendahnya suara pada saat berbicara.
3. Stress
Tekanan suara pada kata-kata yang penting.
4. Mood
Perasaan suara yang mengambarkan keadaan girang, susah, marah, dan sebagainya.
5. Pacing
Pengucapan beberapa kata lebih cepat atau lebih lambat dari kata-kata yang lain.
6. Accent
Tekanan pada suatu bagian kata atau suku kata.

MASALAH DALAM MENGIRINGI LAKON
Tiga masalah yang perlu diperhatikan dalam mengiringi sebuah lakon :
1. Dialog
2. Efek Bunyi
3. Musik
Ketiga bahan diatas bisa kita pergunakan secara bersama-sama, bisa hanya dua bersama-sama, bisa hanya satu. Tapi harus diperhatikan pula agar volume ketiga bahan tersebut bisa diatur tepat, keras dan lembutnya.

EFEK BUNYI
Bunyi yang dihasilkan oleh alat-alat bunyi yang menyerupai bunyi aslinya.

Ada beberapa macam efek bunyi :
1. Bunyi Pintu
2. Bunyi Jam
3. Bunyi Halilintar
4. Bunyi Tembakan
5. Bunyi Hujan
6. Bunyi Kapal Terbang
7. Bunyi Air Mengalir
8. Bunyi Derap Kuda
9. Bunyi Derap Langkah
10. Dan lain-lain

MUSIK
Musik mempunyai peranan dalam teater :
1. Untuk Penonton
Musik akan bertambah daya dan pengaruh imajinasinya.
2. Untuk Aktor
Musik membantu actor membawakan warna dan emosi peranannya dalam adegan

Penggunaan musik dalam teater :
1. Musik sebagai awal adegan (pembuka adegan)
2. Musik sebagai jembatan antar adegan ( interval adegan)
3. Musik sebagai akhir adegan (penutup adegan)


Selasa, 22 Desember 2009

TATA RIAS (MAKE UP)

TATA RIAS
Adalah seni menggunakan bahan-bahan kosmetik untuk mewujudkan wajah peranan.

TUGAS TATA RIAS
Adalah memberikan bantuan dengan jalan memberikan dandanan tau perubahan - perubahan pada para pemain hingga terbentuk dunia panggung dengan suasana yang kena dan wajar.

KEGUNAAN RIAS DALAM SENI TEATER
1. Merias tubuh manusia
Artinya mengubah yang alamiah (natural) menjadi yang budaya (culture) dengan prinsip mendapatkan daya guna yang tepat.
2. Mengatasi efek tata lampu yang kuat.
3. Membuat wajag dan kepala sesuai dengan peranan yang dikehendaki.

TITIK TOLAK PEMIKIRAN TATA RIAS
1. Melihat dengan jelas apa yang dikemukakan untuk suatu peranan tertentu.
2. Kepribadian pemain.
Yaitu jenisnya, bangsanya, wataknya, serta usianya
3. Dalam hubungan dengan keseluruhan pertunjukan harus diperhatikan hakiki dramanya

FAKTOR-FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN DEMI SUKSESNYA TATA RIAS
(MAKE UP)
1. Rata dan halusnya base
Guna Base ialah untuk melindungikulit, memudahkan pelaksanaan make up dan penghapusan
2. Kesamaan foundation
Guna Foundation ialah memberikan dasar warna kulit sesuai dengan warna kulit peranan
3. Penggunaan garis yang layak
Garis-garis itu untuk membuat jelas anatomi muka, batas-batas bagian wajah, alis, mata, keriput-keriput.
4. Harmoni antara sinar dan bayangan
Highlight dan shadow memberi efek bahwa manusia itu tiga dimensional
Highlight memberikan pembulatan serta penonjolan bagian-bagian wajah, kelengkapan keriput-keriput dan bayangan
5. Blending
Gunanya ialah agar campuran bahan-bahan pada wajah terwujud dengan sempurna.
Blending dipakai untuk menutup warna dasar, untuk menambah warna kulit yang tidak terkena rias, untuk menghaluskan warna jangan sampai terlalu tebal

BAHAN-BAHAB TATA RIAS (MAKE UP) TEATER
1. BASE
Yang termasuk base ialah coldcream (netral)
2. FOUNDATION
Gunanya untuk menutupi ketidakrataan pada kulit.
Ada 2 (dua) macam foundation :
a. Stick
b. Pasta
3 LINES
Gunanya untuk memberikan batas anatoni muka
Macam-macamnya :
a. Eyebrow pencil (pensil alis) :
membentuk alis dan memperindah mata.
b. Eyelash (maskara) :
membentuk bulu mata agar melengkung.
c. Lipstik :
memperjelas bentuk bibir
d. Highlight dan shadow (blas-on) :
menciptakan efek tiga dimensional
Ada dua macam : pancake dan panstick
e. Eyeshadow :
membentuk dimensi pada mata
4. ROUGE
Menghilangkan bagian pipi dekat mata, tulangpipi, dagu, kelopak mata antara hidung dan mata
5. CLEANSING
Cairan untuk menghilangkan segala make up. ini juga mamberikan makanan dan pengobatan pada kulit.

PROSES TATA RIAS (MAKE UP)
1. Bedah Naskah untuk Penata Rias :
Sebelum memulai pekerjaan rias, penata rias harus mempelajari dengan mendalam isi cerita. Kemudian mendalami satu per satu personal yang akan main.
2. Kerja Make Up :
a. Membersihkan muka pemain sebelum memakai make up (Cleansing)
b. Memberikan warna dasar (foundation)
c. Penggunaan Rouge untuk memberikan warna tiga dimensi pada pipi (Blas on)
d. Lining untuk memberikan garis-garis sesuai dengan watak dan usia peranan (Lines)
Anatomi wajah terdiri dari :
1) Alis
2) Mata
3) Bibir
e. Menyusun dan membentuk hairdo (tata rambut). Bisa menggunakan rambut palsu menurut bentuk yang diinginkan. Juga penempatan kumis, jenggot, dan jampang.

TEORI DAN TEKNIK RIAS
Rias dapat dibedakan atas delapan macam :
1. Rias Jenis
Rias jenis dilakukan bila penata rias harus mengubah seorang laki-laki menjadi wanita atau sebaliknya
2. Rias Bangsa
Rias bangsa terjadi bila misalnya pemain bangsa Indonesia harus melakukan peranan sebagai bangsa cina. Untuk itu diperlukan pengetahuan tentang pelbagai sifat bangsa-bangsa, tipe dan watak. agar bisa mendekati dengan yang nyata
3. Rias Usia
Rias usia misalnya seorang pemuda menjadi kakek tua.Untuk itu diperlukan pengetahuan mengenai anatomi manusia pelbagai umur
4. Rias Tokoh
Rias tokoh amat sukar dilaksanakan. Memang ada hubungan antara bentuk luar dan watak seseorang, tetapi pedoman itu sukar dipegang oleh penata rias.
5. Rias Watak
Baca pada rias tokoh (sama)
6. Rias Temporal
Rias temporal ialah merias menurut perbedaan waktu. Misalnya orang bangun tidur membutuhkan rias yang berbeda dengan orang yang akan pergi ke pesta
7. Rias Aksen
Rias aksen hanya memberikan tekanan kepada pelaku yang sudah mendekati peranan yang akan dimainkannya. Misalnya pemuda jawa yang memainkan peranan pemuda jawa.
8. Rias Lokal
Rias lokal ialah rias yang ditentukan oleh tempat. Misalnya seorang napi dipenjara akan berbeda dengan rias sesudah dia keluar dari penjara.



Senin, 21 Desember 2009

TATA LAMPU (LIGHTING)

TUJUAN TATA LAMPU (LIGHTING)
1. Menerangi dan menyinari pentas dan actor
Menerangi :
Adalah cara menggunakan lampu sekedar untuk memberikan terang, melenyapkan gelap.
Biasanya digunakan lampu general illumination, untuk menerangi seluruh pentas, benda-benda penting maupun yang tidak penting, diterangi sacara merata.
Menyinari :
Adalah cara menggunakan lampu untuk membuat bagian-bagian pentas sesuai dengan keadaan dramatik lakon.
Biasanya digunakan lampu spesific illumination, untuk menyinari terpusat pada suatu tempat, dan tempat lain yang kurang penting. Dengan penyinaran ini, efek dramatilk bertambah.
2. Mengingatkan efek lighting alamiah
Maksudnya ialah menentukan keadaan jam, musim, cuaca, dengan lighting.
3. Membantu melukis dekor/scenery dalam menambah nilai warna sehingga tercapai adanya sinar dan bayangan. Lukisan itu menjadi dekor selama dipakai, bila tidak dipakai ada dekor.
4. Membantu permainan lakon dalam melambangkan maksudnya dan memperkuat kejiwaannya.

PROBLEM LAMPU PANGGUNG (STAGE LIGHTING)
1. Problem fisikal dan mekanis
Problem fisikal dan mekanis berupa :
a. Lampu (lighting) unit apa yang bisa dipakai ?
b. Dimana lampu (lighting) ditempatkan ?
c. Alasan penempatan lampu (lighting) tersebut ditempatkan ?
d. Bagaimana instalasi dikerjakan dengan aman dan sempurna ?
e. Bagaimana cara mengontrol lampu (lighting) yang baik ?
2. Problem artistik
Problem artistik adalah bagaimana kita bisa menggunakan lighting, sehingga lighting itu dapat merangsang emosi penonton.

ALAT-ALAT TATA LAMPU (LIGHTING)
1. Strip Light
Strip Light ialah tata lampu yang berderet.
Ada dua system strip light
a. Open System
Bila diantara lampu-lampu di dalam kotak tidak ada sekat-sekat. Maka lampu-lampunya sudah berwarna merah, kuning, biru. (warna primer)
b. Compartement System
Bila diantara lampu-lampu di dalam kotak ada sekat-sekat. Maka lampu-lampunya bisa sudah berwarna maupun tidak berwarna. Apabila tidak berwarna tiap sekat diberi filter warna merah, kuning, biru. (warna primer).
2. Spot Light
Spotlight adalah sumber sinar lampu yang dengan intensitas memberi sinar kepada satu titik atau bidang tertentu.
Prinsip spotlight ialah sinar yang intens dikumpulkan didalam kotak metal. sinar itu dipantulkan oleh reflektor dan pergi melalui lubang bundar dan dikontrol oleh sebuah lensa yang mengatur besar pancaran sinar.
3. Flood Light
Floodlight adalah lampu yang mempunyai kekuatan yang besar tanpa lensa. Digunakan untuk menerangi jalan keluar masuk, backdrop, cyclorama, daerah permainan.

TIGA MACAM LAMPU (LIGHTING) DALAM MASALAH PENERANGAN
1. Lampu Primer
Adalah sumber sinar yang langsung menuju benda atau daerah yang ingin kita sinari.
Sinar ini mengakibatkan bayangan.
2. Lampu Sekuder
Adalah sumber sinar yang menetralisir bayangan, biasanya ditaruh berlawanan dengan lampu primer.
Kita bedakan :
a. Lampu untuk menghidupkan dekor
b. Lampu untuk menghidupkan permainan
3. Lampu Background (latar belakang)
Adalah lampu khusus untuk menerangi cyclorama
Catatan :
a. Untuk arena staging (tengah panggung) dipakai 3-way (tiga lampu kiri, tengah, dan kanan)
2. Untuk end staging (belakang panggung) dipakai 2-way (dua lampu kiri, tengah, dan kanan)

KONTROL ATAS SINAR
Ada enam kategori dalam pengontrolan sinar :
1. Pengontrolan atas hidup dan matinya lampu
2. Pengontrolan atas penyuraman lampu
3. Pengontrolan atas arah lampu / sinar
4. Pengontrolan atas besar sinar spotlight
5. Pengontrolan atas bentuk sinar spotlight
6. Pengontrolan atas warna sinar

PERTIMBANGAN PERENCANAAN LIGHTING YANG TERAKHIR
Ada empat problem :
1. Apakah tujuan perencanaan lighting sudah tercapai ?
a. Sudahkah lighting menyinari panggung dan pemain ?
b. Cocokkah waktu yang dilukiskan ?
c. Sampai berapa jauh lighting membantu melukis dekor?
d. Mampukah membantu lakon?
2. Apakah lighting tersebut berasal dari sumber yang logis ?
a. Siang hari sinar terpecah.
b. Malam hari sinar terkumpul
3. Apakah sudah dicapai keseimbangan antara gelap dan terang ?
Terangnya sinar spotlight jangan sampai menggelapkan daerah sekitarnya.
4. Dapatkan segala macam perubahan lighting tercapai?
Penggunaan warna-warna harus dipikirkan masak-masak.

LIGHTING PLOT
Adalah diagram pengaturan panggung yang memperlihatkan posisi semua sinar.
LIGHTING CUES
Adalah tanda-tanda / petunjuk untuk menghidupkan dan mematikan lampu.






Jumat, 18 Desember 2009

TATA PAKAIAN (COSTUM)

Tata Pakaian (Costum)
Adalah segala sandangan dan perlengkapan (accessories) yang dikenakan didalam pentas

Bagian-bagian Pakaian (Costum)
Pakaian (Costum) dapat digolongkan menjadi lima bagian :
1. Pakaian Dasar
Pakaian dasar/dalam yang kelihatan maupun yang tidak, yang penting untuk memberikan silhouette pada pakaian (costum)
Contoh : korset, stagen, dll.
2. Pakaian Kaki (Legs)
Segala sesuatu yang berkaitan dengan kaki
Contoh : sepatu, kaos kaki, sandal, dll
3. Pakaian Tubuh (Body)
Pakaian-pakaian tubuh yang kelihatan oleh penonton
Contoh : blus, ro, celana, kemeja, dll
4. Pakaian Kepala (Head)
Segala sesuaru yang berkaitan dengan kepala
Contoh : jilbab, peci, topi, dll
5. Perlengkapan-perlengkapan (Accessories)
Pakaian-pakaian yang melengkapi bagian pakaian (costum) yang bukan termasuk no. 1, 2, 3, dan 4 untuk memberikan efek deoratif.
Contoh : kalung, gelang, cincin, jam tangan, anting, bros, pita, slayer, sal, dll

Hubungan Pakaian (Costum) dengan fase-fase lain di pentas :
Pakaian (Costum) akan lebih efektif bila direncanakan bersama dengan fase-fase produksi lainya yaitu pada saat bedah naskah.
Pakaian (Costum) harus disesuaikan dengan scenery (benda-benda yang membentuk latar belaang)

Tujuan Pakaian (Costum)
1. Membantu penonton agar mendapatan suatu ciri atas pribadi pemeran.
2. Membantu memperlihatkan adanya hubungan pemeran yang satu dengan yang lainnya. misalnya : seragam tentara.

Fungsi Pakaian (Costum)
1. Membantu perwatakan pelaku
Artinya Pakaian (Costum) menunjukan siapa dia sesungguhnya, umur, ebangsaan, status sosial, kepribadian, dan lain-lain.
2. Untuk individualisasi pemeran
Artinya Pakaian (Costum) dapat membedakan seseorang pemeran dengan pemeran yang lain.
3. Memberian fasilitas dan membentu gerak laku
Artinya Pakaian (Costum) dapat memberikan keleluasaan bagi pelaku melakukan business acting.

Tipe-tipe Pakaian (Costum)
Dapat digolongkan dalam empat tipe :
1. Pakaian (Costum) Historis
Adalah Pakaian (Costum) dari periode-periode spesifik dalam sejarah
2. Pakaian (Costum) Modern
Adalah Pakaian (Costum) yang dipakai dalam masyarakat sekarang
3. Pakaian (Costum) Nasional
Adalah Pakaian (Costum) dari negara atau tempat spesifik, sekaligus histori dan nasional
4. Pakaian (Costum) Tradisional
Adalah Pakaian (Costum) representasi karakter spesifik secara simbolik dan distilasi

Cara memakai Pakaian (Costum)
Ada dua tekni memakai Pakaian (Costum) :
1. Pakaian (Costum) yang dikenakan pada tubuh berupa lembaran kain, tanpa dipotong.
2. Pakaian (Costum) yang dikenakan pada tubuh berupa lembaran kain, yang dipotong sesuai bentuk tubuh dan dijahit.

Studi dalam merencanakan Pakaian (Costum)
1. Studi atas kehidupan dan wata yang akan dibawakan oleh pemeran
2. Usaha riset atas periode sejarah dan pakaian (costum) yang akan dibawakan oleh pemeran yang bersumberkan pada buku perihal pakaian (costum), dokumentasi, naskah, dll.

TATA ARTISTIK PANGGUNG TEATER

BERBAGAI BENTUK PENTAS

Bentuk pentas di Indonesia terdiri dari tiga macam yaitu :
A. Bentuk Pentas Arena (Central Staging)
    Apabila penonton berada disekeliling pentas.
    Ciri khas dari bentuk pentas arena yaitu :
    1. Kesederhanaan
        Tidak perlu tempat khusus dan tidak terlalu banyak property untuk set.
    2. Keakraban
        Antara pemain/pemeran dengan penonton tidak memiliki batas, sehingga tercipta keakraban.
    Beberapa macam bentuk pentas arena diantaranya :
    1. Pentas Arena Tapal Kuda
    2. Pentas Arena Setengah Lingkaran
    3. Pentas Arena Lingkaran
    4. Pentas Arena Bujur Sangar
    5. Pentas Arena Segitiga
    6. Pentas Arena Huruf U
    7. Pentas Arena Huruf L
    8. Pentas Arena Membelah Penonton Horisontal
    9. Pentas Arena Membelah Penonton Vertikal
  10. Pentas Arena Membelah Penonton Diagonal
        dan lain-lain sesuai kreatifitas penata artistik.

B. Bentuk Prosenium
  Apabila hubungan antara panggung (tempat pentas pemain) dan oditorium (tempat penonton)                        dipisahkan/dibatasi dengan dinding dan lubang prosenium.
    Ciri dari bentu pentas prosenium yaitu ;
    1. Menggunaan ketinggian atau panggung
   2. Tidak adanya keakraban antara pemain/pemeran dengan penonton karena dipisahkan /dibatasi oleh dinding dan lubang prosenium.
    Bagian-bagian dari panggung prosenium terdiri dari :
    1. Pit atau sudut tempat orkestra
    2. Apron atau layar serambi panggung
    3. Pelengkung Prosenium
    4. Layar Asbestor
    5. Layar Utama
    6. Layar Layang
    7. Layar Tarik
    8. Layar Tab
    9. Layar Gulung
  10. Tiser dan Tormentor
  11. Jembatan Lampu
  12. Para-para
  13. Kantong Pasir dan Tali Kerekan
  14. Sistem Bandul Keseimbangan
  15. Siklorama
  16. Penutup Lantai Panggung

C. Bentuk Campuran.
     Bentuk pentas yang terdiri atas campuran bentuk pentas arena dan prosenium dan memiliki ciri keduannya.

Rabu, 16 Desember 2009

EKSPRESI

Ada sisa suara yang berguman di dalam dada
Berkumandang menjadi resah waktu bergulir
Sisa suara ini kepada siapa akan kusampaian
Hanya pada muara suara itu sendiri akan kusampaikan